On a sunny Sunday there will be more useless time that i use to think bout you. Sitting on my sofa and drink my coffee, hei you boy, still driving your car on your way back to Jakarta?
When will we meet again and kiss you deeply? Under the city light holding your hand tight, like a kitten under the blanket. This is me, baby, missing you so bad....
Minggu, 10 Juni 2012
Senin, 26 Desember 2011
Nyasar
Hari Raya kemarin, ku titip pesan singkat lewat kantor pos.
Ku pastikan hanya aku, pak pos, dan kamu yang tahu.
Apakah telegram berisi rindu itu telah sampai padamu?
Ahh... Sepertinya belum.
Ku pastikan hanya aku, pak pos, dan kamu yang tahu.
Apakah telegram berisi rindu itu telah sampai padamu?
Ahh... Sepertinya belum.
Pulang
Aku mengemas rinduku dalam selembar tiket pulang, ibu...
Ku letakkan semua lelah yang sekian bulan menghimpitku
Ku lipat remah-remah gundahku yang lama tak bertemu mu
Ku bungkus rapi dalam koper yang ku bawa serta
Aku menahan kangenku padamu pada sandaran kursi ruang tunggu, bapak...
Melihat lalu lalang orang tak mengaburkan sosokmu di benakku
Kumis bapak-bapak di seberang kursi itu mirip punyamu
Tapi tak akan ada yang menyamai senyum sungging wibawamu
Di rumah ini mendadak lelahku lenyap, adik...
Melihatmu yang kini jenjang dan beranjak dewasa
Wajah kanak-kanak belum juga lenyap dari situ
Kamu masih tetap adik kecilku yang jago merengek
Terima kasih, kekasih...
Telah hadir menggenapi kepulanganku kali ini
Untuk kejutan yang membuatku menangis bahagia dan geram pada saat yang sama
Selamat bergabung dalam suka citaku di tengah keluarga
Rabu, 23 November 2011
Jumat, 07 Oktober 2011
Pagi Kita
Pagi ini kita duduk di meja makan mungil ini. Aku mencengkeram cangkir tehku dan kamu dengan kopi tubrukmu. Pagi yang hening digelayut kantuk awalnya...
Ah...kamu kidung pengantar tidurku dan pagi ini kamu menjadi kicau pagi hariku. Kini dapur mungil kita telah kau penuhi dengan tawa dan kekonyolanmu. Nasi goreng buatanmu kocar-kacir keluar dari mulutku. Kita bahas tentang berapa desibel suaramu waktu mengorok semalam, tentang krim jerawat yang masih menempel di wajahku dan tentang kita yang menertawakan Jakarta. Kamu kacaukan imaji pagi romantis di Sabtu pagi ini menjadi realitas Sabtu pagi yang kocak.
Sayangku...pagi ini adalah satu dari sekian imaji Sabtu pagiku bersamamu. Sedang apa kamu disana?
Sincerely,
your messy rainbow
Ah...kamu kidung pengantar tidurku dan pagi ini kamu menjadi kicau pagi hariku. Kini dapur mungil kita telah kau penuhi dengan tawa dan kekonyolanmu. Nasi goreng buatanmu kocar-kacir keluar dari mulutku. Kita bahas tentang berapa desibel suaramu waktu mengorok semalam, tentang krim jerawat yang masih menempel di wajahku dan tentang kita yang menertawakan Jakarta. Kamu kacaukan imaji pagi romantis di Sabtu pagi ini menjadi realitas Sabtu pagi yang kocak.
Sayangku...pagi ini adalah satu dari sekian imaji Sabtu pagiku bersamamu. Sedang apa kamu disana?
Sincerely,
your messy rainbow
Minggu, 02 Oktober 2011
Teman
Yang dengannya aku bagi imaji tentang goresan masa depan.
Kita yang selalu berretorika, "kita ini apa?"
Kita dua orang teman yang saling menemukan
Reuni rasa dan kelakar tentang asa
Pertemanan yang membawa kita sejauh ini
Tautan hati yang meneguhkan sekuat ini
"Kita ini apa?"
"Kita ini teman yang saling menemukan dan melenyapkan ragu"
Kita yang selalu berretorika, "kita ini apa?"
Kita dua orang teman yang saling menemukan
Reuni rasa dan kelakar tentang asa
Pertemanan yang membawa kita sejauh ini
Tautan hati yang meneguhkan sekuat ini
"Kita ini apa?"
"Kita ini teman yang saling menemukan dan melenyapkan ragu"
Langganan:
Postingan (Atom)
